Rabu, 15 Desember 2021

Mencari sosok pahlawan di masa transisi


Mencari sosok pahlawan di masa-masa Transisi 

judul tersebut sengaja dibuat untuk menarik kesimpulan kata "PENCITRAAN" sebagai objek tujuan dari tulisan ini.  Hari ini,  dengan mudah kita bisa menyaksikan bagaimana cara penggiringan opini publik dengan menggunakan media sosial.  

Maka mencari sosok pahlawan yang tak terlihat tetapi selalu ada itu benar-benar sulit.  Karena saat ini,  para penjahat, para koruptor, para mafia,  punya cara tersendiri mengelabui opini publik menggunakan media sosial.  

Terbuka lebar pintu kemungkinan bagi siapa saja,  termasuk seorang koruptor kelas kakap, bahkan para mafia juga bisa saja berpeluang besar masuk dan ikut serta bermain-main dalam penggiringan opini publik. para buzer bayaran juga ikut serta menyebar informasi yang bisa saja ditelan mentah-mentah oleh masyarakat awam, dan kemudian memicuh pecah-belah dalam kehidupan berbangsa.  

Itulah kenapa negeri ini mendambakan munculnya sosok pahlawan dari kegelapan, dari ketidakterdugaan, dari kemustahilan. ibarat mutiara yang berabad-abad tersimpan didasar laut,  untuk menemukannya,  kita butuh usaha untuk menyelami jauh ke dasar laut.  sang mutiara yang tersimpan berabad-abad lamanya,  akan mahal dan benilai harganya di hadapan publik, jika ia muncul dipermukaan laut.  

Tak peduli kata-kata "Gilileo" yang meluncur dari dalam lakon bertolt brecht;  "tak berbahagialah negeri yang memerlukan pahlawan". Namun Indonesia sekarang,  sangat membutuhkan pahlawan yang berani dimasa-masa transisi. 

Indonesia yang harus melalui masa-masa transisi yang berbahaya pasca virus covid-19 harus memunculkan sang pahlawan dari dasar laut. 
penulis kurang setuju jika ada yang menyebutkan bahwa "segala sesuatu bisa dikendalikan dengan money" itu berarti kita harus setuju bahwa para mafia,  para koruptor, para penjahat,  bisa saja memegang kendali arah kebijakan publik.  

Tentu saja,  lubang dimasa transisi tidak cukup diisi oleh satu atau dua orang pahlawan. paling tidak,  jumlah pahlawan itu ada disetiap daerah,  ada disetiap lingkungan masyarakat dimana tempat kita tinggal.  

apa ciri-cirinya,  mereka yang selalu amanah,  cerdas,  punya empati, punya rasa tanggung jawab,  dan takut terhadap Tuhan.  seperti apa yang dikatakan Prof.  Salim Said,  jika suatu bangsa tidak ada yang ditakuti,  maka tidak akan maju bangsa itu.  

sosok pahlawan itu ada pada diri anda,  jika anda mau. sosok pahlawan itu dimulai dengan kebaikan kecil yang terus berulang-ulang,  dimulai dari diri sendiri,  konsisten memegang idealisme bahwa yang benar itu benar,  dan yang salah itu salah.  

Oleh

Ismail weripang

Senin, 22 November 2021

11 Messi Menuju Piala Dunia


11 Messi Menuju Piala Dunia

Teori lingkungan tampaknya yang paling menentukan pengembangan budaya manusia (cipta,  karsa dan karya).  Messi bisa menjadi pesepak bola terbaik di dunia karena dibesarkan dilingkungan yang kondusif,  lingkungan yang menunjang bakatnya.  

Saya percaya bahwa ada banyak Messi di dunia ini,  ada banyak orang jenius seperti Einstein di dunia ini. Begitu banyak bakat dan potensi dari orang-orang hebat yang tersebar luas dinegeri ini, namun tidak punya kesempatan yang sama seperti Messi dan Einstein. 

Lingkungan mungkin menjadi salah satu faktor utama mengapa bakat-bakat potensial ini sulit ditemukan dan dikembangkan. Selain itu,  kurangnya perhatian pemerintah terhadap sumber daya manusia menjadi salah satu alasan mengapa dari 270 juta penduduk Indonesia tidak ada 11 orang pemain sepak bola yang  berlaga di Kompetisi level tertinggi Piala Dunia.  

Mimpi anak-anak dari desa,  dari pelosok,  berujung hancur karena pengaruh buruk seperti Miras dan Narkoba.  11 orang pesepak bola terbaik, dan orang-orang jenius itu ada,  mereka tersebar tapi tidak dirangkul.  Sebagian dari mereka putus sekolah karena terhalang biaya yang tinggi.  

Cita-cita demokrasi adalah mengekang penyalahgunaan kekuasaan dan hal-hal yang tidak baik dan tidak manusiawi; demokrasi memberi harapan dan perasaan bagi setiap warga negara yang hadir,  kemudia akan berguna bagi bangsa dan negaranya yang terlindungi haknya,  dimana setiap individu merasa tidak "asing" dirumahnya sendiri.  

Jadi, semakin majemuk suatu masyarakat, semakin banyak jenis keunggulan yang dimiliki suatu bangsa. Potensi ini yang harus terus-menerus digali dan dikembangkan. Akhir kata,  saya ingin melihat 11 Messi berlaga di Piala Dunia.  

Oleh : Ismail Weripang

Sabtu, 13 November 2021

Move on


Move on

Sebaik-baik kisah adalah mereka  yang belum pernah merasakan bagaimana sakitnya berharap pada manusia.  Jika kata "move on" banyak didefinisikan sebagai usaha melupakan sang mantan,  maka saya mendifisikan "Move on" sebagai jalan untuk berpindah dari yang buruk menjadi lebih baik.  

Seperti cita-cita,  kita butuh komitmen,  kerja keras,  disiplin,  doa dan usaha untuk bisa  meraih cita-cita.  Kita butuh motivasi dalam hidup untuk move on dari hal-hal buruk.  

Ketika keinginan sudah diputuskan menjadi cita-cita, maka konesekuensinya adalah kita tidak boleh berteman dengan rasa malas. ayo "move on" dari kemalasan. Kemalasan menciptakan kelemahan, mengurangi produktivitas,  dan membunuh cita-cita yang telah disusun.  

Sudah seharusnya kita membunuh rasa malas untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan,  dan cita-cita.  Mulai dari sekarang jangan  menunda-nunda.  Jangan katakan, "lima menit lagi saya mulai" kata-kata ini membius kita hari ini dan menyesal di hari esok.   ingat,  waktu tak bisa ditarik kembali.  Ia akan berlalu bersama kenangan.. seperti kenangan kamu bersama sang mantan, Hehe...  😂

Bukankah tubuh kita butuh istirahat?  Ya, benar. Tubuh memang butuh istirahat,  butuh refresing,  butuh asupan gizi yang cukup,  butuh olahraga dll;  tapi ingat,  waktu tak bisa kembali.  Oleh sebab itu,  manajemen waktu sangat penting bagi setiap individu yang ingin mewudkan impiannya. 

Terlalu banyak istirahat dan bermals-malasan maka dampaknya kembali pada diri kita sendiri. Kita tidak produktif karena tidak memahami esensi dari disiplin untuk mengatur waktu.  Dampaknya,  kita akan menyesal,  dulu kenapa saya tidak belajar,  dulu kenapa saya tidak lakukan ini,  kenapa dulu saya tidak prodiktif?  Dan masih banyak lagi.  

Tapi penyesalan dimasa yang akan datang apakah bisa mengembalikan waktu hari ini?  Tentu tidak.  Jika kita ingin tubuh bergerak dan otak berpikir untuk menuju kemajuan hidup;  maka jangan biarkan kemalasan melenakan kemakmuran yang seharusnya menjadi milik kita.  

Mari FOKUS pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif. Ayo move on dari hal - hal buruk,  jaga kebiasaan baik kita,  karena akan terbentuk karakter.  

***

Kamis, 04 November 2021

langkah untuk kembali



Langkah untuk kembali
---------------------------------------

Kembali kepada Allah, bagi yang hatinya lelah,  semangatnya lumpuh,  dan jiwa yang dirasuki atmosfer negatif.  Kembalilah kepada Allah,  bagi  yang merasa  kecewa dan marah...

terkadang ujian mampu membuat kita tumbuh sebagai manusia yang mulia, manusia yang mampu melihat ujian sebagai pelajaran hidup. suguhkan langkahmu dalam senyap, berikan yang terbaik untuk hal-hal positif.  sesungguhnya, hidup bukan soal panjang umurnya;  tapi bagaimana kualitas umurnya.

saudaraku, kembalilah kepada Allah jika kamu merasa lelah. ini nasehat sederhana, dari orang awam yang masih terus belajar. jika satu samurai mampu menebas satu kepala,  maka ijinkan tulisan ini menembus ribuan kepala. 

Netralkan hati dan tumbuhkan pikiran.
seruputlah rizki yang halal, dan nikmatilah sisah-sisah hidup dengan sebaik-baiknya. Boleh menikmati sandiwara dunia dengan canda tawa,  tapi ingatlah kematian dengan iman dan takwa. Nasib yang malang adalah mereka yang bersenang-senang namun lupa pada kematian.

Rintik-rintik  ujian dan cobaan adalah bentuk cinta Allah kepada hambanya. Maka  bersyukurlah, bagi mereka yang menjalani hari tanpa keluh,  dan hidup dengan penuh rasa syukur.  waktu terus merangkak, Jemputlah kemenangan, Sebelum datang kematian.

Semoga Allah merahmati anda dalam masa-masa sulit dan bahagia.  Kuatkan iman,  ilmu,  dan takwa.  sertakan adab dalam setiap tindakan,  muliakan orang tua, dan terus fokus dalam hal-hal kebaikan. 

Fokus beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi lebih baik. Semoga kita semua menjadi orang-orang  yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan masyarakat, Agama,  dan bangsa. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw; "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (H.R. Bukhari).

berlindung Kepada Allah Swt.,  dari hati yang tidak khusyuk,  nafsu yang tidak puas,  mata yang tidak mampu menangis,  dan doa yang tidak terkabulkan. Mari keluar dari penjajahan diri yang mengakibatkan amarah dan dendam. maafkan,  maafkan,  maafkan,  lalu lupakan...

*Madi

******

Selasa, 26 Oktober 2021

Perjalanan...



Perjalanan 

Dunia adalah jembatan menuju akhirat. dunia adalah tempat sementara yang dihiasi berbagai warna kehidupan yang menipu. 

Uang bukan tuhan,  jabatan tak abadi,  tahta bukan lambang penghormatan. tak ada yang salah dengan Dunia,  tak ada yang salah dengan Uang  dan jabatan. 

Semua ada kadarnya,  kita boleh mencari uang sebanyak-banyaknya,  tapi tidak menyembah uang dan lupa pada sang pencipta. Kita boleh memiliki jabatan,  tapi tidak untuk dipertahankan mati-matian,  semua ini ada masanya.  

Satu hal yang perlu di ingat adalah semua sandiwara ini tidak kekal,  maka persiapkanlah bekal untuk pulang ke kampung halaman yang kekal(Akhirat).                                            

Jangan mau diperbudak  oleh dunia,  jangan mau dipermainkan dengan uang, pangkat,  dan jabatan.  

Letakkan dunia ditanganmu,  bukan dihatimu.  Jika punya materi,  perbanyaklah bersedekah.  Jika punya jabatan,  perbanyaklah amal kebajikan. gunakan jabatan yang sementara itu dengan bijak agar bermanfaat bagi orang banyak. 

BAHAGIA ITU SEDERHANA ... 
PERLAKUKAN ORANG LAIN SEPERTI KITA INGIN DIPERLAKUKAN... 

Telinga diciptakan untuk lebih banyak mendengar, Mulut di ciptakan 
untuk lebih banyak berkata-kata lembut, memberi semangat, menghibur, memuji, dan memaafkan,...

Jauhkan diri dari berucap kata-kata yang kasar, keras, menghina, dan intimidasi yang bisa melukai perasaan orang-orang terdekat dan sekitar...

Ingat!!!  
Kita hanya umat manusia,  Hamba Allah. kesempatan untuk hidup di dunia hanya sekali.  Maka Tentukan langkahmu,  perjalanan hidup terbaik adalah menjadi manusia yang bermanfaat; Menjadi manusia dengan segala keterbatasannya mampu mengaplikasikan hidupnya hanya semata-mata Menyembah kepada Allah SWT.  

Tetap melangkah dan bergerak dalam diam.  ini bagian dari proses hidup yang tak perlu diceritakan. Hampir semua orang bisa melewatinya. Badai dan gelombang tidak akan menetap selamanya. Tugasmu memegang kemudi dan tetap fokus. dengan ijin Allah kamu akan sampai pada tujuan.

Dan Jadilah seperti tebing dipinggir laut yang terus di hujam ombak,  tetapi tetap tegar dan menjinakkan murka air disekitarnya...

Jangan tertipu,  dan saya yakin Kamu pasti bisa menjalani hidup dalam bentuk versi yang terbaik.  Jadilah Nahkoda yang baik untuk dirimu dan sekitar. 

Man Jadda Wajada

Rabu, 13 Oktober 2021

Subuh

Subuh

Lantunan ayat suci
Menggema dilangit-langit!!! 

Ciptaan-Mu sungguh indah
Malam gelap lepas lelah
Menunggu sang fajar tiba

Waktu terus merangkak 
Dingin subuh menyimak sejuk
Ayam jantan bersahutan 
Azan subuh dikumandangkan 

Jemputlah kemenangan 
Sebelum datang kematian
Jiwa dengan kemuliaan
Selalu ingat kematian

Doa-doa terus kupanjatkan
Mengalir memecah langit
Berdzikir Pada Tuhan
Menetes air mata dalam kesunyian 

Pada akhirnya... 
Maut menjemput!!!
kembali Pada keabadian 
Sang Illahi... 

*Madi

 

Rabu, 06 Oktober 2021

Suara Bumi



Suara bumi

Jangan kau keruk
Aku bisa rusak
Jangan kau keruk
Aku  terlihat buruk

Berhentilah...

Rangkul aku seperti sahabatmu
Jaga aku seperti saudaramu
Aku ingin hidup sepertimu

Pintu keserakahan
Awal-mula kehancuran
Suara perpecahan 
Muncul sebagai ketidakadilan 

Tubuhku berserak
Manusia mendesak
Aku muak

"manusia kan sadar jika aku marah!!! maka bencana adalah pilihan terbaik" 

*Madi

Sabtu, 04 September 2021

Sagu

Sagu
(hasil jepret dari Patimburak, muara menuju kabubur,  ubadari dan kayuni) 

***

Kekayaan narasi dan budaya sagu di papua menandai posisi penting tumbuhan ini sejak lama.  Sagu awalnya tidak hanya dikonsumsi orang papua,  tetapi juga masyarakat di berbagai tempat lain di Indonesia. 

Seperti diketahui bersama,  leluhur papua secara turun-temurun sudah mengonsumsi sagu dan ubi-ubian sejak lama.  Ketahanan fisik yang kuat terbukti dari bagaimana para leluhur bekerja dan mencari makan.  

Di Papua,  sagu bisa diolah menjadi beragam jenis kuliner khas daerah.  Tiap-tiap suku memiliki teknik dan cara masing-masing,  walaupun yang paling populer adalah papeda.  

Di Fakfak misalnya, sagu di olah menjadi beberapa kuliner khas daerah,  sebut saja danakusurian,  ampas sagu (sakar api), singgoli,  Sagu lempeng, dana kakain (olahan khas ini di bungkus pake daun sagu), dan tentu yang paling populer Papeda Ikan Kuah kuning. 

Dalam Buku "Sagu Papua untuk Dunia" karya Ahmad Arif menyatakan bahwa kerentanan pangan Indonesia boleh dibilang karena kurangnya pengetahuan dibandingkan kurangnya pangan.  Maka,  merujuk pada pandangan Soekarno, sudah saatnya kita menempuh kebijakan pangan yang berperspektif Nusantara.  

ini berarti tanaman lokal yang terbukti mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan lingkungan setempat mendapat prioritas. Salah satunya sagu.  Sagu seharusnya bisa mengatasi kebutuhan pangan di papua,  bahkan di seluruh Indonesia. Kuncinya adalah kembali pada konsep keberagaman pangan.  

Dengan keberagaman pangan,  pemerintah sudah tidak perlu lagi Impor beras. Pemerintah sudah tidak perlu lagi membuka hutan ratusan atau bahkan ribuan hektar seperti di merauke untuk menanam padi.  

Sekalipun demikian,  persoalan pangan memang bukan hanya soal kebijakan. Pangan juga soal selera masyarakat yang telah berubah.  Selain menjadi candu beras,  kini mie Instan telah menjajah meja makan kita.  

Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kebijakan impor nasional kita.  Kurangnya stok beras,  dan tidak jelas iklim dan hasil panen padi, membuat pemerintah terpaksa untuk impor beras dari negara tetangga seperti vietnam,  Filipin,  dan kamboja.  

Saya tidak ingin menyimpulkan bahwa sagu menjadi satu-satunya solusi bagi seluruh tantangan pangan ke depan.  Namun, argumen yang hendak kita bangun adalah bahwa ketersediaan sagu melimpah di alam papua. 

Harapannya kedepan tumbuhan ini bisa lebih di hargai lagi,  terutama untuk mengubah kebijakan pangan nasional yang selama ini lebih identik dengan beras.  

Oleh :
Ismail Weripang 

Rabu, 01 September 2021

Tomang

Tomang


Seiring berjalannya waktu,  pengaruh tas modern sedikit menggeser karifan lokal seperti Tomang.  Pengrajin tangan tersebut lambat laun akan musnah terkikis Jaman apabila kaum milenial, masyarakat,  dan Pemerintah tidak melestarikannya sebagai Ikon daerah yang mendunia seperti halnya noken.  

Sedini mungkin kita perlu melihat bahwa potensi tomang ini harusnya menjadi ikon daerah. Tomang harus terus di lestarikan kepada anak-cucu sebagai bentuk kepedulian kepada kearifan lokal yang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Noken kini telah menjadi salah satu warisan dunia,  mungkinkah Tomang akan menyusul? 

Pertanyaan besar ini harusnya menjadi renungan untuk kita semua,  terlebih khususnya masyarakat FakFak dan muda-mudi Baham yang kini ingin berkarya untuk Negerinya.  Tomang sejatinya adalah tas lokal, yang di gunakan untuk mengambil sayur di kebun, panen pala,  mengisi Sirih pinang dan lain-lain. tergantung ukuran dan besarnya.  

Saat ini, dunia tengah bergerak  cepat memasuki Revolusi Industri 4.0. digitalisasi masuk ke setiap bidang kehidupan. Mulai dari sektor budaya,  manufaktur hingga finansial.  Tanpa kualitas yang memadai,  Sumber Daya Manusia yang mumpuni dalam berkarya dan kreatif, sudah bisa di pastikan bahwa kita akan tertinggal di bandingkan negara-negara lain.  

Melihat tantangan Jaman di atas,  maka tak cukup berbekal pendidikan sekolah saja,  bakat yang dimiliki setiap pribadi perlu diasa dan di kembangkan sejak dini.  Termasuk mengembangkan budaya dan kearifan lokal seperti Tomang.  

Jika kita lengah,  maka bersiap-siaplah menuju kepunahan kearifan lokal. Bukan hanya Tomang,  beberapa kearifan dan kerajinan tangan lokal lainnya akan tergerus ke jurang kepunahan. apabila kita tidak benar-benar serius melestarikannya.  

"Nenek Aminah Gwasgwas yang sudah berusia senja adalah salah satu contoh pengrajin tangan lokal yang saat ini tinggal di kampung kinam"  sudah saatnya generasi milenial belajar dan melanjutkannya... 

Ismail weripang

Senin, 30 Agustus 2021

Tokoh kita "Teori balon" BJ Habibie

*Tokoh* *Kita*



Nama Baharudin Jusuf Habibie (BJ Habibie) menjadi sebuah legenda bagi kemajuan Batam. Tak sia-sia Presiden Suharto menculik Habibie dari kemapanannya di Jerman saat itu. Habibie "diculik" dan diminta membangun Batam.

Habibie menggantikan peran Ibnu Sutowo yang memiliki tugas khusus mengembangkan pulau terluar. Maka Batam diproyeksikan mampu mengambil alih peran Singapura di kawasan Asia Tenggara.

"Tahun 1975 saya ditugaskan mengelola dan memajukan Batam. Saat itu penduduknya 600 kepala keluarga, namun tak ada prasarana. Masih dibawah koordinasi direktur utama industri perminyakan," kata BJ Habibie memulai ceritanya di Tower Pollux, Batam Center, Senin, 29 April 2019.

Setelah melihat dan riset pulau Batam, Habibie meminta Presiden Soeharto agar Batam tak dimonopoli satu perusahaan saja. Karena saat itu Batam masih menjadi monopoli perusahan industri energi minyak.

"Saya melihat, Batam bisa menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi Indonesia. Sekaligus benteng pertahanan karena berbatasan dengan negara lain," katanya.

Presiden Soeharto langsung menyetujui. Habibie diberi mandat mengembangkan pulau Batam. Misinya tegas, bisa menjadi pesaing Singapura. Sekaligus menegaskan kebesaran Indonesia di mata Singapura.

Habibie langsung bergerak. Ia menyusun detail rencana pembangunan pulau Batam. Tahun 1975 itu pula, Habibie bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew di Singapura.

"Saya bicara empat mata dengan Lee Kwan Yew. Mewakili pak Harto, saya sampaikan rencana Pak Harto. Kemudian dijawab, Doktor Habibie silahkan buat apa saja di Batam, pokoknya harus bisa bersaing," kata Habibie menirukan PM Lee.

Jasa Habibie ini sangat membekas di ingatan Ijal Ahmad, seorang nelayan di Batam. Menurutnya, terobosan paling terasa manfaatnya adalah pembangunan Jembatan Barelang. Ya, jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Nipah (Pulau ponton), Rempang Stokok, Galang, dan Galang Baru

"BJ Habibie adalah tokoh penting pembangunan Batam," kata Ijal.

Ditambahkan, sebelum ada jembatan itu, kehidupan masyarakat sulit mendapat pasokan pangan murah. Saat itu akses ke pulau Batam hanya menggunakan sampan. Setelah terbangunnya jembatan pada tahun 1998 kehidupan masyarakat meningkat. Ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga gaya hidup semua berubah.

Selain mengusung konsep Benelux di Eropa menjadi Sijori (Singapura-Johor-Riau), Habibie juga mengenalkan Teori Balon BJ Habibie dalam membangun ekonomi Batam.

Yakni sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang dihubungkan oleh satu dengan yang lain.

Dalam hal ini, Habibie membagi Batam menjadi tiga zona balon, yak-ni Balon I Batam, Balon II Rempang, Balon III Galang.

Dalam pandangan Habibie,  Ia beranggapan bahwa jika satu balon saja yang akan di kembangkan,  maka balon tersebut akan membesar,  besar,  dan terus besar kemudian meletus.  Maka startegi lainnya adalah dengan memberikan ruang bagi balon-balon yang lainnya. 

Sumber
MR Crack dari pare-pare

Penulis A. Makmur Makka

Minggu, 22 Agustus 2021

Menakar Janji taliban membentuk pemerintahan yang bersih

Zabulon Simintov, seorang Yahudi terakhir yang diketahui di Afghanistan, telah berubah pikiran dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin pergi dari negara itu.

Ini sangat kontras dengan narasinya beberapa bulan lalu ketika Simintov mengatakan kepada Arab News bahwa dia menjelaskan bagaimana takutnya dia akan kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan ketika para pemberontak membuat keuntungan teritorialnya.


Namun, setelah pengepungan tak berdarah oleh Taliban di ibu kota Afghanistan, Simintov mengatakan bahwa dia telah memilih untuk tinggal di Afghanistan.

Keputusan tersebut diambil ketika Taliban berjanji bahwa kelompok itu akan membentuk pemerintah yang mencakup semuanya dan tidak membalas dendam terhadap musuh.

“Beberapa hari yang lalu, seorang Afghanistan datang dari Amerika dengan tiket pesawat untuk membawa saya kembali ke Israel. Saya katakan saya tidak akan pergi bahkan jika pesawat datang di luar rumah saya,” kata Zabulon Simintov, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Arab News pada Minggu, 22 Agustus 2021.

“Saya perlu melindungi sinagoga di sini. Saya tidak melihat ancaman dari pihak Taliban. Taliban telah datang, mereka dipersilakan! Tidak ada rasa takut, tidak ada ancaman,” katanya.

Selain itu, dia juga menyalahkan para pemimpin AS karena menyerang Afghanistan dan menciptakan kehancuran dan pembantaian.

“AS meninggalkan nama buruk dalam sejarah dengan menyerang di sini. Taliban kembali, mengapa menghabiskan begitu banyak uang, membunuh begitu banyak orang dan sekarang pergi dengan cara ini? Warga AS tidak boleh memilih Presiden Joe dan mantan Presiden Donald Trump, keduanya benar-benar gila,” ujarnya.

“Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya,” tambahnya.

Simintov mendesak Taliban untuk tidak memberikan bagian apa pun kepada mantan tokoh dan pemimpin milisi ini yang ada di balik kehancuran negara dan sebaliknya menyatukan individu yang sehat dan profesional dari berbagai kelompok etnis dan minoritas.

“Para pemimpin ini telah memberikan ujian mereka di masa lalu, telah menjarah Afghanistan dan menjarah miliaran. Kehadiran mereka akan merusak kredibilitas Taliban,” ujar Simintov.

Terlepas dari permusuhannya terhadap Taliban di masa lalu, dia mengakui Kabul dan daerah lain lebih aman di bawah kekuasaan mereka.

Taliban telah berusaha untuk menampilkan wajah yang lebih moderat sejak serangan kilat pada minggu lalu.

Tetapi kelompok itu terkenal karena kebijakannya yang keras dan represif ketika memerintah Afghanistan pada 1996 hingga 2001, sebelum digulingkan oleh pasukan pimpinan AS dan mendorong banyak orang untuk merumuskan rencana keluar.

Pada Jumat, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan pada konferensi pers bahwa lebih dari 18.000 orang telah diterbangkan keluar dari Afghanistan dalam beberapa hari terakhir.

Tetapi Simintov, yang telah dua kali bertugas di tentara Afghanistan, mengatakan dia tidak akan pergi, meskipun istri dan dua putrinya pindah ke Israel pada 1992.

Sebagai penjaga satu-satunya sinagog di Kabul, yang tinggal di kompleksnya selama beberapa dekade, Simintov telah menyaksikan perang saudara, invasi Soviet dan AS ke Afghanistan, pemerintahan Taliban dan kembalinya kelompok itu ke tampuk kekuasaan 20 tahun kemudian.

Sinagog Kabul, didirikan pada 1966, adalah satu-satunya tempat ibadah Yahudi di negara itu setelah semua orang Yahudi pindah ke Herat di Afghanistan barat.

Meskipun informasi tentang asal-usul Yudaisme di Afghanistan langka, diyakini bahwa orang-orang Yahudi datang ke wilayah itu sekitar 2.000 tahun yang lalu, hidup dalam kedamaian dan harmoni yang relatif di negara mayoritas Muslim hingga pertengahan abad ke-20.

Pernah menjadi komunitas yang berkembang pesat di Afghanistan, ribuan orang Yahudi Afghanistan pergi ke Israel dan negara-negara Barat pada akhir 1940-an setelah pembentukan Israel dan setelah invasi Soviet pada 1979.

Lainnya melarikan diri selama perang saudara berikutnya di bawah Mujahidin dan setelah kenaikan pertama Taliban ke tampuk kekuasaan pada tahun 1996.

Simintov, yang lahir di Herat dan kemudian pindah ke Kabul, menggambarkan periode monarki negara itu, yang berakhir pada 1973, sebagai 'era keemasan' bagi orang Yahudi tetapi juga bagi orang Afghanistan pada umumnya.

“Saya tidak punya permintaan lain dari Taliban. Saya tidak menginginkan posisi untuk diri saya sendiri. Tapi seperti orang lain, menginginkan keamanan,” tambahnya.

Sementara itu Simintov juga mengatakan bahwa Khairullah Khairkhaw, mantan menteri dalam negeri di bawah rezim Taliban, telah menyita Taurat dari tahanannya di Kabul.

Khairkhaw, yang dibebaskan dari penjara Teluk Guantanamo pada 2014 oleh mantan presiden AS Barack Obama, menjabat sebagai pemimpin politik Taliban di Qatar.

“Saya akan menemukan penghubung untuknya dan mengembalikan Taurat,” kata Simintov.

Salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar tiba di Kabul pada Sabtu untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin kelompok senior dan politisi tentang pembentukan pemerintahan baru.***

Untukmu...

Untukmu... Hati kita buatan Tuhan, bukan buatan Taiwan. Bisa rusak berulang kali, dan bisa betul berulang kali tanpa perlu dibaw...