Sabtu, 04 September 2021

Sagu

Sagu
(hasil jepret dari Patimburak, muara menuju kabubur,  ubadari dan kayuni) 

***

Kekayaan narasi dan budaya sagu di papua menandai posisi penting tumbuhan ini sejak lama.  Sagu awalnya tidak hanya dikonsumsi orang papua,  tetapi juga masyarakat di berbagai tempat lain di Indonesia. 

Seperti diketahui bersama,  leluhur papua secara turun-temurun sudah mengonsumsi sagu dan ubi-ubian sejak lama.  Ketahanan fisik yang kuat terbukti dari bagaimana para leluhur bekerja dan mencari makan.  

Di Papua,  sagu bisa diolah menjadi beragam jenis kuliner khas daerah.  Tiap-tiap suku memiliki teknik dan cara masing-masing,  walaupun yang paling populer adalah papeda.  

Di Fakfak misalnya, sagu di olah menjadi beberapa kuliner khas daerah,  sebut saja danakusurian,  ampas sagu (sakar api), singgoli,  Sagu lempeng, dana kakain (olahan khas ini di bungkus pake daun sagu), dan tentu yang paling populer Papeda Ikan Kuah kuning. 

Dalam Buku "Sagu Papua untuk Dunia" karya Ahmad Arif menyatakan bahwa kerentanan pangan Indonesia boleh dibilang karena kurangnya pengetahuan dibandingkan kurangnya pangan.  Maka,  merujuk pada pandangan Soekarno, sudah saatnya kita menempuh kebijakan pangan yang berperspektif Nusantara.  

ini berarti tanaman lokal yang terbukti mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan lingkungan setempat mendapat prioritas. Salah satunya sagu.  Sagu seharusnya bisa mengatasi kebutuhan pangan di papua,  bahkan di seluruh Indonesia. Kuncinya adalah kembali pada konsep keberagaman pangan.  

Dengan keberagaman pangan,  pemerintah sudah tidak perlu lagi Impor beras. Pemerintah sudah tidak perlu lagi membuka hutan ratusan atau bahkan ribuan hektar seperti di merauke untuk menanam padi.  

Sekalipun demikian,  persoalan pangan memang bukan hanya soal kebijakan. Pangan juga soal selera masyarakat yang telah berubah.  Selain menjadi candu beras,  kini mie Instan telah menjajah meja makan kita.  

Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kebijakan impor nasional kita.  Kurangnya stok beras,  dan tidak jelas iklim dan hasil panen padi, membuat pemerintah terpaksa untuk impor beras dari negara tetangga seperti vietnam,  Filipin,  dan kamboja.  

Saya tidak ingin menyimpulkan bahwa sagu menjadi satu-satunya solusi bagi seluruh tantangan pangan ke depan.  Namun, argumen yang hendak kita bangun adalah bahwa ketersediaan sagu melimpah di alam papua. 

Harapannya kedepan tumbuhan ini bisa lebih di hargai lagi,  terutama untuk mengubah kebijakan pangan nasional yang selama ini lebih identik dengan beras.  

Oleh :
Ismail Weripang 

Rabu, 01 September 2021

Tomang

Tomang


Seiring berjalannya waktu,  pengaruh tas modern sedikit menggeser karifan lokal seperti Tomang.  Pengrajin tangan tersebut lambat laun akan musnah terkikis Jaman apabila kaum milenial, masyarakat,  dan Pemerintah tidak melestarikannya sebagai Ikon daerah yang mendunia seperti halnya noken.  

Sedini mungkin kita perlu melihat bahwa potensi tomang ini harusnya menjadi ikon daerah. Tomang harus terus di lestarikan kepada anak-cucu sebagai bentuk kepedulian kepada kearifan lokal yang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Noken kini telah menjadi salah satu warisan dunia,  mungkinkah Tomang akan menyusul? 

Pertanyaan besar ini harusnya menjadi renungan untuk kita semua,  terlebih khususnya masyarakat FakFak dan muda-mudi Baham yang kini ingin berkarya untuk Negerinya.  Tomang sejatinya adalah tas lokal, yang di gunakan untuk mengambil sayur di kebun, panen pala,  mengisi Sirih pinang dan lain-lain. tergantung ukuran dan besarnya.  

Saat ini, dunia tengah bergerak  cepat memasuki Revolusi Industri 4.0. digitalisasi masuk ke setiap bidang kehidupan. Mulai dari sektor budaya,  manufaktur hingga finansial.  Tanpa kualitas yang memadai,  Sumber Daya Manusia yang mumpuni dalam berkarya dan kreatif, sudah bisa di pastikan bahwa kita akan tertinggal di bandingkan negara-negara lain.  

Melihat tantangan Jaman di atas,  maka tak cukup berbekal pendidikan sekolah saja,  bakat yang dimiliki setiap pribadi perlu diasa dan di kembangkan sejak dini.  Termasuk mengembangkan budaya dan kearifan lokal seperti Tomang.  

Jika kita lengah,  maka bersiap-siaplah menuju kepunahan kearifan lokal. Bukan hanya Tomang,  beberapa kearifan dan kerajinan tangan lokal lainnya akan tergerus ke jurang kepunahan. apabila kita tidak benar-benar serius melestarikannya.  

"Nenek Aminah Gwasgwas yang sudah berusia senja adalah salah satu contoh pengrajin tangan lokal yang saat ini tinggal di kampung kinam"  sudah saatnya generasi milenial belajar dan melanjutkannya... 

Ismail weripang

Senin, 30 Agustus 2021

Tokoh kita "Teori balon" BJ Habibie

*Tokoh* *Kita*



Nama Baharudin Jusuf Habibie (BJ Habibie) menjadi sebuah legenda bagi kemajuan Batam. Tak sia-sia Presiden Suharto menculik Habibie dari kemapanannya di Jerman saat itu. Habibie "diculik" dan diminta membangun Batam.

Habibie menggantikan peran Ibnu Sutowo yang memiliki tugas khusus mengembangkan pulau terluar. Maka Batam diproyeksikan mampu mengambil alih peran Singapura di kawasan Asia Tenggara.

"Tahun 1975 saya ditugaskan mengelola dan memajukan Batam. Saat itu penduduknya 600 kepala keluarga, namun tak ada prasarana. Masih dibawah koordinasi direktur utama industri perminyakan," kata BJ Habibie memulai ceritanya di Tower Pollux, Batam Center, Senin, 29 April 2019.

Setelah melihat dan riset pulau Batam, Habibie meminta Presiden Soeharto agar Batam tak dimonopoli satu perusahaan saja. Karena saat itu Batam masih menjadi monopoli perusahan industri energi minyak.

"Saya melihat, Batam bisa menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi Indonesia. Sekaligus benteng pertahanan karena berbatasan dengan negara lain," katanya.

Presiden Soeharto langsung menyetujui. Habibie diberi mandat mengembangkan pulau Batam. Misinya tegas, bisa menjadi pesaing Singapura. Sekaligus menegaskan kebesaran Indonesia di mata Singapura.

Habibie langsung bergerak. Ia menyusun detail rencana pembangunan pulau Batam. Tahun 1975 itu pula, Habibie bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew di Singapura.

"Saya bicara empat mata dengan Lee Kwan Yew. Mewakili pak Harto, saya sampaikan rencana Pak Harto. Kemudian dijawab, Doktor Habibie silahkan buat apa saja di Batam, pokoknya harus bisa bersaing," kata Habibie menirukan PM Lee.

Jasa Habibie ini sangat membekas di ingatan Ijal Ahmad, seorang nelayan di Batam. Menurutnya, terobosan paling terasa manfaatnya adalah pembangunan Jembatan Barelang. Ya, jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Nipah (Pulau ponton), Rempang Stokok, Galang, dan Galang Baru

"BJ Habibie adalah tokoh penting pembangunan Batam," kata Ijal.

Ditambahkan, sebelum ada jembatan itu, kehidupan masyarakat sulit mendapat pasokan pangan murah. Saat itu akses ke pulau Batam hanya menggunakan sampan. Setelah terbangunnya jembatan pada tahun 1998 kehidupan masyarakat meningkat. Ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga gaya hidup semua berubah.

Selain mengusung konsep Benelux di Eropa menjadi Sijori (Singapura-Johor-Riau), Habibie juga mengenalkan Teori Balon BJ Habibie dalam membangun ekonomi Batam.

Yakni sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang dihubungkan oleh satu dengan yang lain.

Dalam hal ini, Habibie membagi Batam menjadi tiga zona balon, yak-ni Balon I Batam, Balon II Rempang, Balon III Galang.

Dalam pandangan Habibie,  Ia beranggapan bahwa jika satu balon saja yang akan di kembangkan,  maka balon tersebut akan membesar,  besar,  dan terus besar kemudian meletus.  Maka startegi lainnya adalah dengan memberikan ruang bagi balon-balon yang lainnya. 

Sumber
MR Crack dari pare-pare

Penulis A. Makmur Makka

Minggu, 22 Agustus 2021

Menakar Janji taliban membentuk pemerintahan yang bersih

Zabulon Simintov, seorang Yahudi terakhir yang diketahui di Afghanistan, telah berubah pikiran dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin pergi dari negara itu.

Ini sangat kontras dengan narasinya beberapa bulan lalu ketika Simintov mengatakan kepada Arab News bahwa dia menjelaskan bagaimana takutnya dia akan kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan ketika para pemberontak membuat keuntungan teritorialnya.


Namun, setelah pengepungan tak berdarah oleh Taliban di ibu kota Afghanistan, Simintov mengatakan bahwa dia telah memilih untuk tinggal di Afghanistan.

Keputusan tersebut diambil ketika Taliban berjanji bahwa kelompok itu akan membentuk pemerintah yang mencakup semuanya dan tidak membalas dendam terhadap musuh.

“Beberapa hari yang lalu, seorang Afghanistan datang dari Amerika dengan tiket pesawat untuk membawa saya kembali ke Israel. Saya katakan saya tidak akan pergi bahkan jika pesawat datang di luar rumah saya,” kata Zabulon Simintov, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Arab News pada Minggu, 22 Agustus 2021.

“Saya perlu melindungi sinagoga di sini. Saya tidak melihat ancaman dari pihak Taliban. Taliban telah datang, mereka dipersilakan! Tidak ada rasa takut, tidak ada ancaman,” katanya.

Selain itu, dia juga menyalahkan para pemimpin AS karena menyerang Afghanistan dan menciptakan kehancuran dan pembantaian.

“AS meninggalkan nama buruk dalam sejarah dengan menyerang di sini. Taliban kembali, mengapa menghabiskan begitu banyak uang, membunuh begitu banyak orang dan sekarang pergi dengan cara ini? Warga AS tidak boleh memilih Presiden Joe dan mantan Presiden Donald Trump, keduanya benar-benar gila,” ujarnya.

“Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya,” tambahnya.

Simintov mendesak Taliban untuk tidak memberikan bagian apa pun kepada mantan tokoh dan pemimpin milisi ini yang ada di balik kehancuran negara dan sebaliknya menyatukan individu yang sehat dan profesional dari berbagai kelompok etnis dan minoritas.

“Para pemimpin ini telah memberikan ujian mereka di masa lalu, telah menjarah Afghanistan dan menjarah miliaran. Kehadiran mereka akan merusak kredibilitas Taliban,” ujar Simintov.

Terlepas dari permusuhannya terhadap Taliban di masa lalu, dia mengakui Kabul dan daerah lain lebih aman di bawah kekuasaan mereka.

Taliban telah berusaha untuk menampilkan wajah yang lebih moderat sejak serangan kilat pada minggu lalu.

Tetapi kelompok itu terkenal karena kebijakannya yang keras dan represif ketika memerintah Afghanistan pada 1996 hingga 2001, sebelum digulingkan oleh pasukan pimpinan AS dan mendorong banyak orang untuk merumuskan rencana keluar.

Pada Jumat, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan pada konferensi pers bahwa lebih dari 18.000 orang telah diterbangkan keluar dari Afghanistan dalam beberapa hari terakhir.

Tetapi Simintov, yang telah dua kali bertugas di tentara Afghanistan, mengatakan dia tidak akan pergi, meskipun istri dan dua putrinya pindah ke Israel pada 1992.

Sebagai penjaga satu-satunya sinagog di Kabul, yang tinggal di kompleksnya selama beberapa dekade, Simintov telah menyaksikan perang saudara, invasi Soviet dan AS ke Afghanistan, pemerintahan Taliban dan kembalinya kelompok itu ke tampuk kekuasaan 20 tahun kemudian.

Sinagog Kabul, didirikan pada 1966, adalah satu-satunya tempat ibadah Yahudi di negara itu setelah semua orang Yahudi pindah ke Herat di Afghanistan barat.

Meskipun informasi tentang asal-usul Yudaisme di Afghanistan langka, diyakini bahwa orang-orang Yahudi datang ke wilayah itu sekitar 2.000 tahun yang lalu, hidup dalam kedamaian dan harmoni yang relatif di negara mayoritas Muslim hingga pertengahan abad ke-20.

Pernah menjadi komunitas yang berkembang pesat di Afghanistan, ribuan orang Yahudi Afghanistan pergi ke Israel dan negara-negara Barat pada akhir 1940-an setelah pembentukan Israel dan setelah invasi Soviet pada 1979.

Lainnya melarikan diri selama perang saudara berikutnya di bawah Mujahidin dan setelah kenaikan pertama Taliban ke tampuk kekuasaan pada tahun 1996.

Simintov, yang lahir di Herat dan kemudian pindah ke Kabul, menggambarkan periode monarki negara itu, yang berakhir pada 1973, sebagai 'era keemasan' bagi orang Yahudi tetapi juga bagi orang Afghanistan pada umumnya.

“Saya tidak punya permintaan lain dari Taliban. Saya tidak menginginkan posisi untuk diri saya sendiri. Tapi seperti orang lain, menginginkan keamanan,” tambahnya.

Sementara itu Simintov juga mengatakan bahwa Khairullah Khairkhaw, mantan menteri dalam negeri di bawah rezim Taliban, telah menyita Taurat dari tahanannya di Kabul.

Khairkhaw, yang dibebaskan dari penjara Teluk Guantanamo pada 2014 oleh mantan presiden AS Barack Obama, menjabat sebagai pemimpin politik Taliban di Qatar.

“Saya akan menemukan penghubung untuknya dan mengembalikan Taurat,” kata Simintov.

Salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar tiba di Kabul pada Sabtu untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin kelompok senior dan politisi tentang pembentukan pemerintahan baru.***

Senin, 21 Juni 2021

BAPA (GURU TANPA KATA)

BAPA (GURU TANPA KATA) 
------------------------------------------
(senja kampung kinam) 

Setiap orang memiliki sesosok Ayah.  Entah itu Presiden sampai Rakyat Jelata pasti punya satu sosok yang di kagumi,  Dialah Ayah.  Definisi Ayah bagi setiap orang pasti berbeda-beda. entah itu yang lahir dari keluarga miskin hingga yang lahir dari keluarga yang sudah bergelimang harta (berkecukupan).  

Kisah ini berawal di tahun 2008, saat itu usiaku baru menginjak 10 tahun.  Tumbuh dari keluarga sederhan dari pelosok negeri yang belum mengenal dunia luar,  kami hanya bangga jika malam nanti bapa nyalakan Lampu gas apabila ada minyak tanah. itu sdh lebih dari cukup dan membuat kami merasa bersyukur.  Masa-masa itu sulit di lupakan,  kami jauh dari dunia luar,  guru di sekolah hanya ada dua,  namun semangat belajar sangat tinggi.  

Bapa berkerja di kebun,  sekalian merangkap menjaring ikan di laut.  Sejak kecil,  saya terus mengikutinya.  Hingga suatu ketika, saya pulang bersamanya hampir pukul 9.00 malam.  Malam itu  warga kampung panik,  bapak mendayung dengan perlahan membelah lautan,  gelap gulita,  saya tak melihat apa-apa.  Malam itu dingin,  kayu bakar menumpuk di depan perahu kole-kole (Sampan).  Saya Hanya dengar suara deru ombak di bibir pantai.  Bapa hanya bisa melihat muara melalui instingnya yang tajam, mungkin bapa sudah terbiasa dengan gelapnya malam dan panasnya matahari.  saya duduk berdiam diri dalam perahu kecil itu.  Angin malam perlahan menusuk kulit yang tipis di bungkus baju bapa yang agak tebal.  Bapa terus mendayung,  sesekali ia menyeru "Madi,  jangan banyak bergerak,  perahu ini kecil dan oleng" sambil terus mendayung.  

Tak lama kemudian,  Dari ujung muara dekat kampung,  yang berjarak sekita 800 meter dari kampung saya sudah bisa mendengar suara dari tepi pantai, "Madi.... Oo adi oyaman amipe....(madi kau dengan bapa dimana...  " itu suara panggilan dari warga kampung. Ada beberapa perahu kampung yang berusaha mencari saya dan bapa.  Bapa dari belakang perahu menjawab ucapan itu dengan Suara yang lantang, keras dan panjang "Yuuuu..... " memberi isyarat bahwa kami sudah pulang.  

Mama sudah marah kesal,  apalagi nenek,  tete,  dan keluarga besar.  Mereka semua marah sama bapa.  Malam itu,  hampir sebagian warga kampung berdiri di pinggir pantai menunggu dan mencari saya dan bapa.  Maklum,  sejak dini hari  saya bersama bapa sudah pergi melaut,  mulai dari menjaring ikan,  sampai masuk hutan di salah satu pulau kecil untuk mencari kayu bakar. Malam itu, selain ikan yang kami bawa pulang,  ada kayu bakar dan beberapa kelapa muda yang di bawa dari pantai.  bonusnya hari itu,  saya bersama bapa  di terpa hujan yang lebat, membuat kami menepi di salah satu pantai dan berteduh dari derasnya hujan. Tanpa jaket, bapa rela berikan bajunya.  Badannya yang masih kekar dan berotot membuatnya seperti super hiro. beliau hanya bilang "pakai ini,  jangan lepas. Bapa tidak apa-apa". Bagi saya bapa adalah super hiro. jiwa besar,  pantang menyerah,  dan kerasnya hidup,  membuatnya tidak pernah ada rasa takut dalam dirinya.  Bagi bapa,  pulang harus membawa hasil, entah itu ikan,  sayur,  keladi, asalkan bisa di makan dengan jerih payah dan hasil keringat yang baik dan halal. semua itu ia Lakukan demi keluarga kecilnya.  Hari-hari kulalui dari lingkungan yang keras seperti itu,  saya tumbuh dan besar bersama lingkungan dan alam yang selalu menantang dan penuh tanda tanya.  dan makna dari semua itu mengajarkan banyak hal ketika  saya tumbuh dewasa.  Sifat pantang menyerah dari Bapa mewarisi dan mengalir dalam nadiku.  

Orang-orang di kampung memberikan julukan kepada saya  dengan sebutan "Karfawagak". Entah itu kata dari mana,  saya tidak paham.  Yang jelas,  kata itu menggambarkan seorang anak yang tak bisa lepas dari Ayahnya.  Kemanapun Ayahnya pergi,  dia pasti ikut.  Ya,  julukan itu memang benar.  Di akui atau tidak,  saya tumbuh besar bersama Ayah.Tabiat dan karakter dari Ayah mewarisi sifatku.  Saat di hutan ataupun di laut,  Saya selalu tenang dan merasa bahagia apabila berada di dekatnya.  Hidupku penuh dengan tantangan dan penuh petualangan bersama bapa.  

Saat saya tumbuh dewasa,  saya mulai paham,  bahwa ada sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal: suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi.  Semakin tinggi suhu yang di terimanya,  semakin tinggi tekanan yang di perolehnya. Jika dia bisa bertahan,  tidak hancur, dia justru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara.  Keras.  Kokoh.  Mahal harganya.  Itulah pelajaran hidup yang selama ini saya dapat dari bapa.  Beliau bukan motivator hebat,  bukan guru besar,  bukan ustadz dan bukan  pengusaha sukses. Bapa hanya seorang Pria yang sederhana,  hidup dari hasil jerih payah dan kerja kerasnya untuk menafkahi keluarga kecilnya.  hidup bapa ada di hutan,  laut,  badai,  angin,  ombak dan sengatnya matahari.  Bapa adalah seorang petani sekaligus nelayan yang hebat.  Jika di hutan membuat kulit kakinya tebal,  di laut angin dan ombak mempertebal mentalnya.  Bapa adalah super hiro yang pernah saya saksiskan secara langsung. 

Bapa adalah guru tanpa kata,  kepedulian tanpa menuntut,  dan penyayang di kala duka.  Dengan kepedulian dia merawatku siang dan malam,  dengan melihatnya mengais rejeki dia adalah guru tanpa kata,  dengan melihatnya memberi nafkah dia adalah penyayang tanpa harus ia harapkan balasan.  Panggilan hatinya membuat bapa melakukan semua itu.  Hingga saat ini, pelajaran hidup itu masih melekat pada  saya  untuk menjalani hidup penuh dengan kehormatan,  tantangan dan kepedulian.  inilah Bapa,  "GURU TANPA KATA". 

Oleh 

Ismail Weripang

Senin, 14 Juni 2021

Cinta

Cinta

Tak ada tinta untuk melukiskan cinta,  tak ada irama yang semerdu cinta,  definisi cinta begitu sulit untuk di gambarkan.

 Cinta adalah cinta.  Sumber dari segala sumber cinta adalah sang Maha Pemberi Cinta.  

Aku tak mampu melukiskan Adab cinta. Yang Mampu hanya Allah bersama Rasul-Nya.  Saripati cinta dari Allah dan Rasul-Nya lah aku hidup dan mengenal cinta.  

Lalu... 
Ada yang mengatakan cinta itu sakit,  cinta itu rumit,  cinta itu palsu,  cinta tak ada. Aku diam,  lalu bertanya, apakah engkau sudah kembali pada sumber Pemberi cinta?  Mengapa engkau menghakimi cinta?  Bukankah Cinta itu Anugerah terbesar yang kau punya?  Cobalah berfikir,  bagaimana jika engkau hidup tanpa cinta.  

Maka kembalilah pada Maha Pemberi Cinta,  biarlah hidupmu mengalir di atas aliran Cinta.  Jangan hanya satu makhluk kau patahkan Cinta yang Allah Berikan.  

Ismail Weripang

Rabu, 17 Maret 2021

Akal Manusia

MANUSIA 
-------------------
17/03/21

Manusia.  Apa yang terlintas di kepala Anda jika kata "manusia" di sebutkan?  Sebagian orang pasti berkata Makhluk yang diberikan akal oleh Allah SWT.  Allah menciptakan Manusia dimuka bumi karena memiliki kedudukan yang mulia di antara makhluk yang lain.  Apa kemuliaan tersebut?  Ya,  sebagai Khalifah (Pemimpin) dimuka bumi.  

Sebagai makhluk yang memiliki kedudukan yang mulia di Sisi Allah,  maka manusia seharusnya tidak boleh lupa pada amanah yang diberikan Allah kepadanya sebagai Khalifah. Dan sebagai Khalifah,  sudah semestinya manusia mengaplikasikan setiap pikiran, hati dan tindakannya semata-mata dalam bentuk Ibadah kepada-Nya.  

Lalu apa yang membedakan manusia dan makhluk yang lain di muka bumi? Jawabannya adalah "Akal". Allah berikan keistimewaan pada makhluk yang bernama manusia dengan Akal/Pikiran agar dapat membedakan antara baik dan buruk,  Yang Haq dan yang Batil. 

Akal ada pada diri manusia agar mampu membedakan,  siang dan malam,  hitam dan putih, kemudian sebagai alat untuk mengontrol Hawa Nafsu/Syahwat yang ada pada diri manusia, Lalu sebagai proses pengambilan keputusan sebelum bertindak. 

Namun,  terkadang Nafsu yang ada pada diri manusia mampu mengalahkan akal/pikiran dan hati manusia. lalu kemudian Manusia  berbuat seenaknya, yang jauh bahkan lebih hina dari pada hewan.  Inilah pentingnya koneksi antara Akal/pikiran, Hati,  dan tindakan.  Manusia berbuat serakah,  karena Nafsu yang terus menguasai dirinya.  

Oleh karena itu,  kita perlu refleksi,  terus berperang melawan syahwat yang selalu datang menghantui pikiran dan Hati kita sebagai manusia.  Musuh kita sebenarnya adalah diri kita sendiri, dengan bisikan Setan Laknatullah maka Hawa Nafsu terus menghampiri hati dan pikiran kita agar dapat terus  berbuat  tindakan yang tidak kita inginkan.  Ingatlah bahwa,  Manusia hadir dimuka bumi dengan Amanah yang begitu besar,  hadir sebagai Khalifah,  hadir sebagai Hamba yang taat bukan Hamba yang bejat,  hadir sebagai Hamba yang mampu berpikir lalu menggunakan Hati sebagai koneksi untuk bertindak.

Manusia hadir dibumi dengan Ruh,  pikiran,  hati dan jasad.  Manusia hadir dengan sempurna untuk merawat bumi ciptaan Illahi.  Manusia hadir di bumi bukan hanya soal Makan,  minum, bersenang-senang,  Lalu mati.  Lebih daripada itu,  Manusia hadir sebagai Khalifah (pemimpin).

Hidup ini hanya sekali,  maka lakukanlah tugas kita sebagai khalifah,  amalkan sisa usia kita di jalan yang baik dan benar,  pergunakan akal, pikiran, hati dan tindakan kita sebelum bertindak. Jaga dan rawatlah bumi, lalu rawat dan jagalah setiap makhluk yang ada hanya semata-mata mengharapkan Ridho Allah SWT. 

Oleh:
Ismail Weripang

Sabtu, 16 Januari 2021

Antara Hutan, Sawit, lahan dan Duka (Kalimantan Berduka)

Antara Hutan, Sawit,  Lahan,  dan Duka

Kalimantan Berduka.  
*****/*******//////******

Pada masa lalu hutan Kalimantan digerus oleh loging secara membabibuta kemudian beralih menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertambangan. Sejak tahun 2000 izin pertambangan bertebaran di Kalimantan. Pertambangan terbesar terdapat di Kalimantan Timur. Samarinda sebagai Ibu Kota dikelilingi oleh perusahaan tambang. Sebelum ada UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dalam satu tahun ada sebanyak 90 izin dikeluarkan oleh Gubernur Kaltim.

Linda Rosalina, Pengkampanye FWI menyampaikan tahun 2009-2013 telah kehilangan hutan sebesar 1,13 juta hektare per tahunnya, hal ini disebabkan exploitasi kayu dari konversi hutan seperti HTI, tambang dan perkebunan kelapa sawit. Dalam Kajian FWI ditemukan deforestasi/kehilangan hutan dalam konsesi perkebunan sawit 500.000 hektar.

Indonesia menjadi pengekspor sawit terbesar hingga memenuhi kebutuhan dunia. “Pulau Kalimantan adalah wilayah terbanyak mengalami kehilangan hutan dalam konsesi sawit seluas 30.327.000 hektar, seluas 3,6 juta hektar pada tahun 2014 perkebunan sawit (Data Dirjen Perkebunan),” paparnya.

Dampak dari pembukaan Lahan secara besar-besaran di kalimantan,  Warga yang menempati sekitarnya merasakan dampaknya dari exploitasi Hasil Alam. Tentu,  bisa di prediksi bahwa dampaknya  saat ini bisa kita rasakan  di awal Tahun 2021. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi terkini bencana banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kabid Humas BNPB, Rita Rosita Simatupang mengatakan, sebanyak 21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut. Mereka saat ini sedang mengungsi di lima titik pengungsian.

"6.661 KK yang terdiri dari 21.990 jiwa terdampak banjir. Saat ini mereka sedang mengungsi di 5 titik pengungsian dan masih dalam pendataan kami. Selain itu, 6.346 rumah terendam," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1).

Bahkan data yang diperoleh BPost dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Provinsi Kalsel salah satu daerah yang cocok untuk ditanami Sawit. Hingga saat ini, di seluruh provinsi tercatat ada 97 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Kalsel dengan luasan lahan 423.414 hektare.

Kamis, 14 Januari 2021

Pro Kontra Vaksinasi Di Indonesia

Pro Kontra Vaksinasi Di Indonesia
---------------------------------------------------

 
Proses Vaksinasi terhitung telah dimulai pada Rabu 13/01/21 di awali suntikan Dosis pertama kepada Presiden Joko Widodo dan Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju jilid II di Istana Merdeka.  Program Vaksinasi rencananya akan di lakukan selama 15 bulan ke depan hingga maret 2022 mendatang.  

Presiden Joko Widodo menyebutkan,  setidaknya 70-80 persen Warga Indonesia atau setara 182,5 juta penduduk harus di suntik vaksin Covid-19. Jumlah itu, katanya untuk mencapai target herd imunity atau kekebalan tubuh dari Virus. 

Di sisi lain,  proses Vaksinasi ini menuai berbagai Pro dan kontra.  Sebut saja Anggota Komisi IX DPR fraksi partai PDIP Ribka Tjiptaning yang menjadi Sorotan publik setelah pernyataannya yang menolak Vaksin Covid-19 dan rela membayar denda karena tidak mau di Vaksin.  Politisi partai PDIP ini bahkan menyebutkan bahwa pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyat.  

Di tengah keraguan berbagai pihak,  Presiden Joko Widodo keluar sebagai orang pertama Yang di Vaksin. Orang Nomor satu di Indonesia ini berusaha meyakinkan Publik bahwa Vaksin Aman untuk di Konsumsi.  Apapun pro dan kontranya,  pandangan saya selalu menuju pada Fatwa MUI Mengenai Halal Haram Vaksinasi Di Indonesia.  

Terkait dengan Fatwa MUI Nomor: 02 tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19, hukumnya Suci dan halal di konsumsi.  ini berarti, sebagai umat Muslim saya tidak perlu lagi ragu dengan Vaksin karena telah di labeli Suci dan Halal.  

Namun, bagaimana dengan Hukum menolak Vaksin?  Di bagian inilah yang paling banyak di soroti publik. Menurut wakil Menteri Hukum dan HAM Prof Edward OS Hieariej, Orang yang menolak Vaksinasi hukumannya penjara dan denda hingga Ratusan Juta Rupiah.  Ia mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.  

Aturan itu terdapat pada Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 Yang berbunyi sebagai Berikut :
" Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan masyarakat dipidana penjara paling lama 1 (satu)  Tahun dan/atau pidana Denda paling banyak Rp. 100. 000.000,00 (Seratus Juta Rupiah)". 

Berbeda halnya dengan Perpu Nomor 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan Negara dan Stabilitas System keuangan untuk penanganan Pandemik Covid-19 yang selama ini menjadi dasar untuk setiap program penanggulangan Virus Corona tidak terdapat sanksi ataupun denda bagi yang Menolak Vaksin.  Bahkan belum ada peraturan ditingkat pusat yang mengatur sanksi pidana bagi yang menolak Vaksinasi Covid-19. 

Dari berbagai Pro dan Kontra yang muncul,  ada kesimpulan yang mestinya di tarik agar tidak menimbulakan Protes yang berlebihan di tengah masyarakat.  Pertama,  pemerintah harus betul-betul punya komitmen yang kuat untuk membersamai rakyat memutuskan mata Rantai Covid-19, rakyat membutuhkan kepercayaan saat ini.  
Kedua,  setelah dana Bansos covid-19 yang di korupsi Oleh Mensos sebesar 17 Milyar Rupiah,  Rakyat saat ini membutuhkan pelayanan yang betul-betul punya rasa keadilan. Artinya apa?  Proses Vaksinasi Harus merata, adil dan gratis.  Mengapa?  Inilah cara rakyat menagih janji setelah Uangnya Di embat 17 Milyar Rupiah.  

Terlepas dari pernyataan Ribka yang mengatakan Negara ingin berbisnis dengan Rakyat,  pemerintah harusnya punya kesadaran akan hal itu.  Berikan pelayanan yang terbaik tentu saja akan memberikan keadilan serta bisa mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah untuk sama-sama memutuskan Mata Rantai Covid-19 di Indonesia.  

Oleh :
Ismail Weripang

Sabtu, 12 Desember 2020

Untukmu Aku Titip Amanah Perubahan

Untukmu aku titip Amanah Perubahan
================================
12/12/20

Dari geruduk rumah yang sederhana.
Muncul berbagai pertanyaan di benak.  
Fakfak yang sedang bergejolak dengan dinamika politiknya,  membuat suasana akan terasa ramai. Netizen dan timses siap beradu argumen di kolom komentar. medsos jadi sarana satu-satunya adu argumen, informasi dan data-data yang dimiliki. Saya tidak tahu bagaimana idealisme ini bisa bertahan.  yang jelas kita punya peluang yang sama untuk meraih kekuasaan. Bagimu saudaraku,  jadilah contoh dan teladan yang baik di bumi cendrawasih ini. Di negeri yang kaya akan pala ini, kita menitipkan amanah dan harapan yang besar untuk kedua PASLON.  Satu tungku tiga batu adalah semboyan kita.  Jika memang semua terasa sulit, maka lihatlah kembali sejarah panjang berdirinya kota yang sama-sama kita cintai ini.  Ambil lah setiap hikmah dari kemenangan dan kekalahan.  Jadikanlah setiap momentum pesta demokrasi ini sebagai ikatan kuat tali persaudaraan tanpa ada rasa kebencian,  menjatuhkan,  memfitnah dan lain-lain.  Genggamlah erat tangan saudramu,  bisiklah di telinganya "Aku ini saudaramu bukan musuhmu". 

Pesta demokrasi tanpa  kebencian, fitnah,  dan saling menjatuhkan adalah cita-cita bangsa ini. Deruan-deruan aksi dari balik kehebohan dinamika politik saat ini, harusnya membuat kita sadar bahwa makna dari Pemilu adalah menentukan satu yang terbaik di antara yang terbaik untuk memimpin negeri ini.  

Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati FakFak,   SADAR Dan UTAYOH adalah putra-putri pilihan terbaik kota pala  yang kelak memimpin kota ini.  Siapapun yang terpilih,  harapan sederhana dari rakyat adalah bukan janji tapi bagaimana bisa mengemban amanah untuk bisa merealisasikan program-program dan janji-janji politik yang selama ini dibuat.  mari kita sama-sama  sukseskan Pilkada di kabupaten FakFak. Beda pilihan politik itu hal yang biasa, siapapun dia yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati, kita hargai sebagai keputusan akhir dari pihak penyelenggara KPU dan BAWASLU.  Untukmu pemimpin baru di kota pala,  ada rakyat yang menitipkan kerinduan akan perubahan dan kesejahteraan di kota Pala.  Kami rindu perubahan, kami rindu persatuan dan kami rindu kesejahteraan. 

#Dari_Tanah_Rantau
#Untukmu #Kota_Pala
#FakFak

Oleh :
Ismail weripang

Jumat, 04 Desember 2020

Membangun perspektif pemerintah Pusat terhadap persoalan papua

Membangun Perspektif pemerintah pusat terhadap persoalan papua
==================================

05/11/20

Membaca Indonesia dasawarsa belakangan ini,  terasa bahwa bangsa ini mulai kehilangan sebagian atau mungkin bisa dibilang semuanya dari akal sehatnya.  Berbagai aspek muncul, mulai dari Perilaku Ekonomi,  tingkah polah politik,  ritus keberagaman,  pandemi,  hingga ke persoalan Papua yang belakangan ini lagi hangat-hangatnya dibicarakan.  

Belakangan ini publik dihebohkan dengan ketua The United liberation movement for west Papua (ULMWP). Benny Wenda Selaku ketua ULMWP dengan terang-terangan membentuk pemerintah sementara rakyat West Papua.  Dengan Berani Benny Wenda mendeklarasikan dirinya sebagai presiden pemerintah sementara papua barat.  

Pernyataan Benny Wenda langsung ditanggapi oleh Menko Polhukam Prof. Dr.  Mahfud MD, beliau terkesan menganggap remeh apa yang di deklrasikan oleh Benny Wenda.  Bahkan dengan sikapnya yang biasa Prof. Dr.  Mahfud MD Menyatakan bahwa apa yang di deklarasikan oleh Benny Wenda hanyalah Negara Ilusi. Padahal isu Papua kerap kali muncul di PBB.  Artinya,  secara Hukum International isu papua seringkali dibahas dengan berbagai problemtaika yang di alami oleh rakyat papua. Terutama Isu HAM dan kebebasan Berekspresi. Tahanan politik yang begitu masif,  Rasisme,  pelanggaran HAM hingga kebebasan pers untuk mengungkapkan kebobrokan Hukum di tanah papua di bungkam oleh pemerintah pusat.  Ajakan dialog terbuka juga hingga saat ini belum di iyakan oleh pemerintah pusat.  

Pendekatan militer di papua justru di anggap solusi bagi pemerintah pusat,  padahal pendekatan ini justru menambah daftar panjang korban jiwa dan trauma yang mendalam bagi rakyat papua.  

Pemerintah seolah-olah menyembunyikan bangkai yang kemudian membusuk dan baunya mulai tercium oleh publik.  Harapan tokoh-tokoh intelektual papua adalah mengajak dialog terbuka tentang persoalan papua dan masa depan papua.  Tetapi hingga saat ini belum ada respon yang baik dari pemerintah pusat.  Justru saat ini,  pemerintah di sibukkan dengan persoalan yang  remeh temeh seperti HRS  vs Artis Nikita Mirzani. Terlihat lucu dan sangat tidak berkompeten pemerintah mengahabiskan Energi untuk mengurus hal-hal yang tidak urgen seperti itu.  

Padahal,  jika pemerintah mau jeli melihat persoalan papua tentu saja jauh lebih penting,  hal ini bukan tanpa alasan, Amnesty Intenational Indonesia mencatat hingga 22 september 2020, total pembunuhan di luar hukum di sepanjang tahun 2020 saja setidaknya mencapai 15 kasus dengan total 22 korban.  

Sungguh mengelikan!  Bangsa ini seakan lupa, bahwa semua amarah dari rakyat papua tentu ada sebabnya.  Hal inilah yang harus di perhatikan serius oleh pemerintah pusat  jika tidak ingin papua benar-benar lepas dari pangkuan NKRI.  pakailah pendekatan hati,  ajaklah dialog,  berikan mereka ruang untuk bisa menjadi bagian dari NKRI.   Dengan demikian,  pemerintah harusnya bisa membangun Perspektif yang baik tentang persoalan papua,  dari sanalah solusi dan penegakkan hukum itu bisa benar-benar ditegakkan dengan seadil-adilnya. Karena saat ini Demokrasi sangat membutuhkan Akal sehat.  Dengan akal sehat, Demokrasi akan bersih dari kepentingan Parsial yang kotor.  Perspektif atas dasar aplikasi demokrasi yang baik berujung pada penataan sistem politik, maka demokrasi yang baik akan bermuara pada sistem politik yang Rapi.  

Oleh:

Ismail Weripang


Untukmu...

Untukmu... Hati kita buatan Tuhan, bukan buatan Taiwan. Bisa rusak berulang kali, dan bisa betul berulang kali tanpa perlu dibaw...